Tantangan Bunsay Level 1 : hari kesepuluh tantangan hapus TV

Bismillah..

Publish tantangan hari terakhir di injury time.. 😇😇

Ini tentang cara komprod saya ke si ayah untuk mengatasi masalah kecanduan televisi oleh anak kami.

Anak kami memang masih berusia 16 bulan. Dulu memang saya sebetulnya agak kurang setuju untuk membeli televisi di rumah. Namun si ayah kekeuh dengan alasan bakal sepi kalau tidak ada tv di rumah. Apalagi kalau lg capek pulang kerja untuk sekedar menonton berita atau film.

Anak kami tipe anak visual. Sangat terlihat ketika diberi buku bergambar atau televisi dia bisa duduk anteng lebih dari 30 menit. Bahkan saat menonton tv dia bisa "melongo" tidak bergerak. Itulah yang menjadi kekhawatiran kami sebagai orang tua. Awal mula nya saya yang merasa gemes saat menyuapi makan si kecil ga mau diem saya setelin tv dia jadi mau duduk anteng dan makan sampai selesai. Akhirnya kecanduan, tiap mau makan pasti minta disetelin tv. Tayangan tv nya pun harus kartun kesukaanya yaitu Diva. Memang kartun yang ceritanya sarat muatan islami tapi kalau kecanduan media televisi, untuk anak di usia dia yang masih belum genap 2 tahun tentu bukan hal bagus.

Saya lalu mengutarakan hal ini ke si ayah saat momen pagi2 sebelum sarapan. Si ayah ternyata juga sama sama khawatir. Karena setiap menonton televisi si anak bisa sampe melongo..ketika tv dimatikan dia marah dan menangis. Jika di tempat nenek saat menonton kartun di stasiun televisi pun dia juga marah saat sedang iklan. Kita sepakat untuk menyetop televisi dan lebih banyak memberikannya mainan, mengajak nya jalan2 di sekitar komplek dan melihat gambar di buku2 hardbook.

Saat pagi2 biasanya saya sibuk memasak dan si kecil kemarin2 anteng didepan tv. Beda dengan skarang. Tv tidak kita nyalakan dan si kecil kita alihkan perhatian nya ke hal lain. Memang awalnya si kecil marah dan menangis. Tapi lama-lama dia bisa lupa sama sekali dengan tv. Dan subhanallah dalam waktu 5 hari si kecik sudah betul2 lupa dengam tv saat di rumah. Padahal kita sudah membayangkan bakal ada drama dan tantrum tiap paginya.

Kuncinya adalah komunikasi antara saya dan si ayah untuk saling bekerja sama mengalihkan perhatian anak dr tv dan tidak boleh ada dari kami yang melakukan cheating atau melanggar aturan meski cuma sekali. Ya meskipun saat di rumah nenek dia masih menonton tv saat si kakak menonton. Tapi lebih sering bisa teralihkan dengan bermain atau melihat ayam, ikan, atau burung yang cukup banyak dipelihara di rumah nenek. Dia juga tidak tertarik dengan tv karena tv di rumah nenek lebih sering menayangkan acara berita kesukaan kakek.

"Menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya. Menjadi orang tua itu belajar seumur hidup".

-mamajiddan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Moslem Vet and Dogs (Dokter Hewan Muslim dan Anjing)