Tantangan #1 Bunsay Hari Ketiga : memberi ruang dan mendinginkan
Assalamualaikum wr.wb
Seperti materi yang disampaikan dalam kuliah bunda sayang tentang komunikasi produktif kemarin, Pada diri seseorang ada komponen NALAR dan EMOSI; bila Nalar panjang - Emosi kecil; bila Nalar pendek - Emosi tinggi
Bila Emosi kita sedang tinggi, jeda sejenak, redakan dulu agar Nalar bisa berfungsi kembali dengan baik. Ketika Emosi berada di puncak amarah (artinya Nalar berada di titik terendahnya) sesungguhnya TIDAK ADA komunikasi disana, tidak ada sesuatu yang dibagikan.
Itulah yang menjadi pegangan saya ketika hari ketiga ini saya menghadapi tantangan dari si Ayah yang emosi nya sedang tidak stabil. Bukan karena masalah internal rumah tangga tapi si ayah sedang banyak masalah di pekerjaannya.
Luar biasa memang betul kita jadi lebih tahu karakter seseorang saat dia dihadapkan dalam sebuah masalah. Sebagai seorang istri saat menghadapi suami yang sedang banyak masalah, yang pertama saya ambil adalah memberikan ruang lebih banyak baginya untuk sendiri. Memang suami saya bukan tipe laki-laki yang pendiam. Dia selalu bercerita saat ada masalah apapun, tapi saya mencoba menempatkan diri ketika di posisinya pasti saya pun tidak suka terlalu banyak diintervensi satau sekedar dikepo-in. Saya cukup dengarkan kalau dia cerita, saya beri semangat dan saya memilih untuk menyimak dan tidak banyak bertanya terlalu jauh. Saya juga tidak terlalu banyak mengganggunya saat sedang sibuk bertelepon atau serius dengan handphone nya. Sebisa mungkin pekerjaan domestik dan anak saya handle sendiri. Saat dia terlihat senggang saya temani saja dia menekuni hobinya bermain dengan peliharaannya atau ikut komentar saat ada yang menarik dia lihat di media sosial.
Yang kedua saya lakukan adalah mendinginkan. Ini sebetulnya agak sulit karena saya sadar sendiri saya tidak pandai berbicara romantis atau pandai memilih kata-kata manis untuk pasangan. Saya sadar diri kalau saya agak kaku untuk hal ini. Bahkan kadang mengontrol perkataan biar ga terkesan jutek saja masih perlu belajar. Hehe. Yang sejauh ini bisa saya lakukan untuk "mendinginkan' suami adalah mengontrol emosi diri sendiri agar tidak keluar perkataan jutek (seperti biasanya). Subhanallah sulit tapi pahala nya surga.. Itu yang saya tancapkan di pikiran saya dan lumayan bisa berhasil.
Dan yang terakhir akan kita lakukan adalah q time keluarga. Saat suasana suami sedang banyak pikiran tentunya dia butuh refreshing sejenak untuk melepas penat. Siang ini kita akan mencoba tempat makan baru di dekat rumah..semoga lancar dan tidak hujan.
Ingat kata pak cahyadi takariawan saat workshop wisuda IIP kemarin. Suami istri itu harus menjadi sahabat !!
Salam ibu profesional.
Komentar
Posting Komentar