Tantangan Bunsay Level 1 : Hari Keenam "Repotnya jadi Single Fighter"

Kayaknya judulnya lebai yahh.  Saya bilang single fighter padahal baru ditinggal suami ke luar kota 5 hari.. Heheheh.

Tapi memang kali ini jujur saya merasa agak berat ngurus si kecil tanpa suami karena kondisi tubuh saya sedang tidak fit. Periode bulanan akhir2 ini memang cukup mengganggu karena sejak pasang IUD sekarang selalu mengalami dissmenorrhea dan efek2 lain yang muncul saat periode datang. Ditambah lagi sendi tulang belikat rasanya senut senut karena keplintir gendongan beberapa hari yang lalu.

Si kecil di usia menginjak 16 bulan nya tanggal 6 november kemarin sedang dalam masa aktif-aktifnya berlari kesana kemari. Kondisi toko kami yang berada di pinggir jalan raya membuat saya selalu was was kalau si kecil berlari an ke arah jalan. Dia selalu exited dengan truk-truk yang lalu lalang. Memang ada si mbak yang bantu saya ngurus toko juga ikut serta membantu mengawasi jiddan. Namun rasanya kondisi fisik saya yang tidak mendukung ditambah semalaman kurang tidur karena tiba2 saja banyak nyamuk dan si kecil rewel membuat saya serasa di ujung tombak rasa menyerah dg keadaan.

Hehe oke..sudah cukup tulisan tentang keluh kesahnya. Intinya.. Bagaimana dengan kondisi saya yang seperti itu.. Cara mengkomunikasikannya dengan suami yang sedang berada nun jauh disana? Kalau saya langsung chat ngeluh, marah2 yang ada tidak akan menjadi sebuah komunikasi yang produktif.

Saya tata hati sebentar, saya cari dulu solusinya. Lalu saya tanya si ayah apakah sedang sibuk atau tidak. Ketika beliau bersedia mendengarkan saya mengawalinya dengan meminta nomor kontak tukang las kenalannya sekaligus meminta ijin untuk membuat pagar besi antara halaman dalam rumah dan toko. Tujuannya agar si kecil bisa bermain bebas tapi tidak ke jalan raya terus. Sambil perlahan saya tetap menceritakan kondisi fisik saya yang tidak sehat pada hari itu. Akhirnya si ayah dengan sigap langsung mengontak tukang las untuk segera membuatkan pagar dan menyuruh saya pulang ke rumah dulu untuk bersitirahat.

Hmm.. Betul sekali dengan komunikasi produktif masalah apapun akan menjadi tantangan.. Terimakasih kelas bunsay IIP..baru 5 hari mencoba komprod sudah berasa betul perubahan pada diri saya.

Komentar

  1. semangat praktek mba..
    semoga allah menguatkan kita untuk tetap konsisten mempraktekkan apa yang sudah didapat yaa..hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Moslem Vet and Dogs (Dokter Hewan Muslim dan Anjing)