Matematika.. Matematika..
Ternyata menurut materi yang saya dapaf di dalam perkuliahan Bunda Sayang, matematika yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi anak-anak sekolah ternyata tidak melulu soal angka dan hitungan.
Matematika itu ada di sekitar kita, matematika itu, adalah segala yang berhubungan dengan kelogisan berpikir dan pemecahan masalah. Jadi kenapa bingung.. Anak baru 21 bulan kok udah diajarin matematika? Hehehe.. Nanti simak ya bunda stimulasi apa saja yang akan saya berikan di challenge bunda sayang kali ini.
Matematika identik dengan stimulasi otak kiri.
Otak kiri mengarahkan anak untuk berpikir logis, linear, dan teratur. Sehingga anak akan mampu membuat analisa cerdas dalam membuat prioritas hidupnya.
Itulah mengapa menstimulasi matematika pada anak dapat dilakukan dari usia sebelia ini..
Berikut akan saya rekam hari demi hari stimulasi matematika pada Jiddan (21 bulan) :.
1. Bermain Lego
Hari 1. 2 April 2018.
Dalam bermain lego Jiddan mulai mengenal beraneka bentuk benda, mengenal ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang beroda (bisa berjalan) dan ada yang tidak.
Dia juga mengenal pola benda jika disusun bisa menyerupai suatu benda yang nyata.
Jiddan paling gemar membuat truk. Setelah melihat temannya membuat bentuk truk, ternyata dia favorit membuat bentuk truk ini. Polanya adalah lego paling bawah dia ambil yang beroda. Lalu atasnya dia susun 2 balok lego berjejer disisakan bagian depan dia beri yang berbentuk lancip. Sehingga jadi lah bentuk menyerupai truk..sambil menyebut "teek..teek..". Tak berhenti sampai disitu jiddan membuat beberapa truk dan digandeng lalu dia mulai menyebut " tuut..tuut.." (maksudnya menyerupai kereta)
Dia juga mulai mengenal benda jika disusun bisa menjadi tinggi, atau jika dirangkai bisa menjadi panjang.
2. Menuang air ke gayung
Hari ke dua : 4 April 2018
Game kali ini kita lakukan saat mandi pagi. Jiddan memegang dua gayung dan mengisi satu gayung dengan air dari gayung lain. Dalam game ini Jiddan mengenal konsep penuh dan kosong, memahami perlu beberapa kali tuang untuk memenuhi satu ban gayung.
Game ini juga mengasah ketrampilannya dalam mengisi gayung. Dia sudah bisa menuang air dengan tepat tanpa tumpah ke luar.
3. Menata crayon
Hari 3 : 5 April 2018
Dalam kegiatan ini Jiddan menata crayon yang sudah berantakan kembali ke wadahnya. Dia jadi mengenal bagaimana cara agar crayon bisa berjejer sesuai dengan garis2 di wadah crayon. Otomatis crayon harus ditata dengan tegak agar bisa masuk ke dalam garis2.
4. Menempel stiker
Hari 4 : 6 april 2018
Dalam kegiatan ini mama mencetak gambar tayo, digunting dan ditempel solasi bolak balik. Jiddan diberi stiker secara acak. Dalam kegiatan ini jiddan sudah bisa memahami posisi gambar yang tegak dan tidak terbalik. Dalam menempel stiker tidak ada satupun gambar tayo yang terbalik. Jiddan juga sambil belajar menghitung jumlah stiker 1 sampai 4.
5. Menuang air ke dalam gelas
Hari 5 : 8 April 2018
Game sempat libur 2 hari karena Jiddan baru perjalanan panjang ke purwakarta. Akhirnya mulai game lagi setelah sampai di rumah MbahbKakung di salatiga. Kegiatan nya kali ini adalah belajar menuang air dari galon. Mulai dari meletakkan gelas di tatakan dispenser, lalu menarik tuas dispenser ke arah atas agar air keluar. Jiddan juga sudah bisa mengenali bahwa tuas galon yang merah berisi air panas jadi dia memilih di keran yang biru. Saat keran hidup jiddan nampak sangat antusias menunggu air penuh lalu galon dimatikan
.
Pengenalan mmatematika: meletakkan gelas di posisi yg tepat, mengetahui warna merah dan biru, tahu panas dan dingin, memahami konsep penuh dan belum penuh.
Dokumentasi : tdk terdokumentasi krn mama sibuk memegangi gelas, itu aja akhrnya gelas dibanting dan pecah.
6. Bermain pasir
Hari 6 : 10 april 2018
Game kali ini dilakukan setelah Jiddan sampau di Jogja. Setelah kondisi badan cukup fit untuk memulai game baru.. Game kali ini cukup sederhana. Mama menggunakan media pasir zeolith yang biasa mama gunakan untuk litter kucing. Dari satu kantong plastik kecil Mama meminta Jiddan menuangnya di beberapa wadah. Di antara nya wadah bebek dan wadah bekas doh. Pada awalnya Jiddan meuang pasir dengan sendok kecil lama kelamaan langsung dituang begitu saja akhirnya banyak yang tumpah. Di akhir game pun jiddan inisiatif untuk menyapu lantai sendiri.
Pengenalan matematika : konsep penuh dan kosong, konsep tumpah dan masuk wadah
7. Bermain jari jemari
Hari ke 7 : 11 april 2018
Hari ini dari semalam Jiddan mendadak demam tinggi. Mungkn karena kelelahan perjalanan kemarin. Akhirnya games bunsay kali ini mama mencari yang bisa dilakukan sambil tiduran.
Sederhana, mama mengajak jiddan membandingkan telapak tangan jiddan dan mama. Menjelaskan kalau telapak tangan kita berbeda, punya jiddan kecil dan punya mama lebih besar. Sambil bertanya, yang kecil tangan siapa? Yang besar tangan siapa? Lalu mama mengajak jiddan menghitung jari dari 1 sampai 5. Meski jiddan cuma jelas bilang "dua".
Pengenalan matematika : membedakan besar dan kecil, menghitung jari.
8. Memasang puzzle
Hari ke 8 : 12 april 2018
Kali ini jiddan yang sudah sehat, mama ajak membuka permainan puzzle al qur an yg diperoleh mama saat membeli buku dari penerbit beberapa bulan yang lalu. Mama mengajak jiddan memasangkan puzzle sampai terbentuk suatu kotakan yang ternyata menjadi papan ular tangga. Di puzzle ini banyak gambar-gambar binatang yg sudah dikenali jiddan seperti sapi, semut dan lebah.
Pengenalan matematika : memasangkan puzzle sesuai pola nya
9. Memilih barang di supermarket
Hari ke 9 : 14 April 2018
Mendekati deadline laporan. Mama makin membara mengikuti game stimulasi matematika. Sebetulnya stimulasi matematika bisa dimana saja dan kapan saja. Intinya kenalkan anak pada kegiatan beragam, disitu akan ada banyak stimulasi yang bisa kita berikan.
Hari ini jiddan ikut berbelanja mama ke supermarket..berdua aja nih ceritanya..
Awalnya uti nya sih kasih saran kalau jiddan ga usah diajak. Lalu saya pikir ah ga ada salahnya kan ngajak jalan2 berdua gini sama Jiddan. Anaknya juga udah bisa anteng di dalem mobil (asal ada cemilan sih, hehe).
Cerita berawal dari masuk supermarket. Seperti biasa jiddan ini termasuk kategori anak yang proses adaptasi di tempat baru nya agak lama
. jadi lah mama gendong sana gendong sini milih perkakas dapur. Usai dari bagian perkakas dan lainnya kami ke bagian snack dan minuman. Disinilah mama mau meluncurkan stimulasi. Jiddan udah mau turun dr gendongan dan langsung lari menuju kulkas minuman kemasan. Mama tanya mau minuman apa. Jiddan langsung gercep nunjuk yogurt favoritnya. Lalu mama buka kulkas. Dia seperti bingung mau diambil semua. Lalu mama sarankan ambil satu saja. Dia pun ternyata paham dan mengambil satu. Lalu sedikit melihat di sebelahnya ternyata ada warna lain. Dia memandangi saya, lalu saya bilang, yaudah gapapa ambil dua. Akhirnya dia pu. Mengambil dua botol dan minta mama menutup kulkasnya.
Sebetulnya saya cukup terkejut dengan kemampuan jiddan sudah memahami konsep jumlah bilangan ini meskipun baru sampai angka satu dan dua.
Aspek matematika : mengenali jumlah bilangan dlm suatu instruksi sederhana
Dokumentasi : tidak terdokumentasi karena mama sibuk nenteng belanjaan sambil ngontrol jiddan yang kesana kemari.
10. Membedakan ayah dan mama
Hari ke 10 : 14 April 2018
Untuk game stimulasi matematika logis kali ini mama mencoba mengajak jiddan untuk membedakan gambar yang menunjukkan figur ayah dan figur mama. Mama menggunakan dua buah buku. Dalam 2x penjelasan jiddan bisa menunjukkan dg benar mana gambar ayah dan mana gambar mama. Dalam kedua buku gambar mama digambarkan dengan orang berjilbab dan berbaju serta rok pink. Semantara gambar ayah di buku satu digambarkan gambar orang berambut pendek dan berkumis, sedangkan di buku satunya orang berambut pendek saja. Stimulasi ini mengajarkan aspek logika jiddan untuk membedakan figur ayah dan mama dari gambar yang dapat dilihat. Untuk membedakan jenis kelamin sepertinya untuk usia ini masih cukup sulit.
Ini gambar buku nya.
Komentar
Posting Komentar