Mengenal Rasa Tidak Nyaman

Hari ini jadwal imunisasi Jiddan untuk booster DPT yang kedua. Sebelum imunisasi kami sudah siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi setelah imunisasi. Kalaupun harus rewel, demam atau tantrum seperti sebelum-sebelumnya.

Jadwal arisan keluarga juga terpaksa tidak kami ikuti mengingat kondisi jiddan yang bisa tiba2 rewel. Siang hari setelah imunisasi jiddan masih nampak normal bermain seperti biasa. Tiba di sore hari dia mulai rewel, antara lapar dan nyeri di bekas suntikan sepertinya.

Dari pukul 14.00 jiddan terus menerus minta ASI. Kalau tidak dikasih dia menangis dan merengek bilang "mimik..mimik.." padahal ASI saya sudah betul2 habis waktu itu. Jiddan saya gendong bawa keluar..saya minta tolong suami untuk ambilkan nasi goreng untuk dia. Jiddan tetap saja menangis dan semakin menjadi.

Nasi goreng sudah siap. Jiddan masih saja tantrum. Diambil alih oleh si ayah malah menangis sampai mau muntah. Akhirnya jiddan saya peluk lama. Saya ajak duduk di tempat makan dan ajak bicara.

"Dek.. Adek lapar ya? Perutnya sakit? Apa kakinya sakit ya? Nih coba lihat mama punya nasi goreng lho..ada telurnya.."

Jiddan mulai diam dan mendengarkan.. Tapi langsung bilang "emoh.." saat melihat nasi goreng.

Saya membuka majalah bobo d dekat situ.

"Dek..ni ada gambar piring sama makanan. Bobo juga makan lho.."

Lalu jiddan mau mencoba satu suap..

Dua suap..

Tiga suap..

Dan selanjutnya makan lahaap sekali..

∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆

Mengenali emosi pada usia ini termasuk dalam aspek kecerdasan emosional. Sebagai orang tua kita harus membantu anak mengenali emosinya agar dia tahu bagaimana cara mengelolanya dengan baik di kemudian hari.

Salam ibu profesional !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Moslem Vet and Dogs (Dokter Hewan Muslim dan Anjing)