Ikut ke Masjid. Mengembangkan kecerdasan spiritual
Saya dan suami paling favorit jika diberi kesempatan untuk berjamaah di masjid al ikhlas kronggahan. Suasana masjid terasa berbeda karena imam masjid dipimpin oleh pada hafidz yang suaranya luar biasa indah.
Hari itu kami bertiga sedang menuju ke arah jogja. Kebetulan saat adzan isya kami melewati masjid al ikhlas. Jadi kami berjamaah dahulu di sana. Kebetulan saya sedang berhalangan sehingga saya dan jiddan menunggu ayah shalat berjamaah.
Terakhir kali kesini saat jiddan masih berusia 13 bulan. Waktu itu jiddan baru awal awal bisa berjalan. Sehingga saat menunggu sholat jiddan berjalan kesana kemari dan naik tangga sampai saya merasa sangat lelah.
Kali ini saat masuk pintu masjid saya sounding dulu untuk tidak bermain kesana kemari seperti dulu. Kebetulan di halaman masjid disediakan tempat duduk serta minuman dan snack dari para dermawan. Jiddan saya ajak duduk bersebelahan dengan saya dan saya ambilkan pisang. Alhamdulillah dia mau makan pisang nya sampai habis 2 biji. Padahal kalau di rumah ga doyan.
Saat sholat dimulai..saya perlihatkan padanya barisan orang2 yang sedang sholat. Jiddan pun langsung ikut melihat sambil nunjuk2 dan bilang "Allah..Allah" tentunya dengan logat yang masih lucu. Tangannya juga bersedekap seperti menirukan orang sholat.
Meskipun sholat isya saat itu termasuk lama karena bacaan surat yang dibaca panjang. Jiddan tampak tidak bosan. Dia makan pisang sambil sekali-kali melihat orang yang sholat. Dia juga tidak beranjak dari kursi. Hanya sesekali berdiri dan manjat2 kursi sebentar. Saat ada seorang wanita bercadar duduk di depan kami, dia melihat ke arah nya lalu mengajak wanita itu tersenyum.
Subhanallah.. Semoga dengan cara seperti ini bisa mendekatkan jiddan dengan kebiasaan sholat berjamaah. Biarkan saat ini dia melihat dan memperhatikan dahulu. Sedikit demi sedikit dia pasti akan menirukan dan semoga bisa dia jadikan ibadah sebagai rutinitas kesehariannya.
#kecerdasan spiritual.
Komentar
Posting Komentar