Kuliah Kerja Nyata..!!!! Unit SSL 01 desa Papakaju, Luwu, Sulawesi Selatan



Hidup bersama sepuluh orang yang baru dikenal dengan berbagai perbedaan cara hidup, cara berpikir, cara makan, perbedaan latar belakang keluarga, pendidikan, suku, ras,agama bla2, bukanlah suatu hal yang mudah. Ditambah lagi seabreg program kerja yang sudah direncanakan dari A sampai Z yang terkadang kebanyakan teori dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Yah..inilah masa2 KKN..Kuliah Kerja Nyata yang harus dilalui selama dua bulan ini. Hidup di Sulawesi yang keras, bertemu masyarakat dengan kebudayaan yang sangat berbeda dengan Jawa, menghabiskan waktu puasa dan idul fitri di sini, jauh dari orang tua, homesick, dan gejolak2 lain juga menjadi suatu tantangan terbesar. Sekarang ini adalah saatnya ego benar2 dilawan, sedikit memaksakan diri untuk bersikap berbeda jauh dari biasanya, mau tidak mau harus mau menerjunkan diri ke masyarakat, mau tidak mau bisa tidak bisa harus berusaha berkomunikasi mengikuti penduduk lokal yang terkadang tidak mudah untuk dipahami. Baru dua puluh hari KKN saat aku membuat tulisan ini, berbagai gejolak bercampur dengan canda, tawa, suka-suka, masak bersama-sama, malas bersama-sama, kerja bersama-sama, memang ga pernah nyangka KKN benar2 bisa menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Inilah kami tim Desa Papakaju, Kecamatan Suli, Kabupaten Belopa, Sulawesi Selatan.



 Tempatku KKN ini tepatnya berada di belahan timur Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu di Kabupaten Luwu, di mana aku bersama 9 teman lainnya dalam satu subunit berada di suatu desa bernama Desa Papakaju. Aku bareng tiga orang temenku sekelompok koas bisa “nyasar” sampai Sul-Sel ini karena awalnya kelompok KKN kita yang dulu udah kita rencanakan di Kalimantan dibubarkan di detik2 terakhir deadline LPPM karena kekurangan orang, akhirnya karena memang dari awal sudah bertekad untuk KKN di luar Jawa maka temen2 langsung milih SulSel sebagai pelarian KKN kita (halah!).

Kami berangkat ke Sulawesi pada tanggal 28 Juni lalu dengan menggunakan pesawat ke Makassar lalu disambung dengan bus jurusan Palopo, jarak Luwu dari Makassar menempuh perjalanan sekitar 8 jam menggunakan bus malam

ini genk-ku KKN dari KH : Audra, Nike, Tyo

. Desa tempat subunit KKN-ku yang bernama desa Papakaju ini terletak di area pegunungan yang dipenuhi bukit-bukit kebun coklat dan cengkeh. Jarak antara poros jalan utama ke desa 20 km dengan kondisi jalan yang terjal, beberapa jalan rusak, berlubang, naik turun, dan beberapa silang jalan terendam air sungai selebar 2-3 meter. Aliran listrik sudah masuk ke desa ini dari 1-2 tahun yang lalu, desa ini tercatat menjadi desa termiskin di Kabupaten Luwu, namun televisi dan kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan pokok tiap rumah. Kebanyakan penduduk bermata pencaharian sebagai buruh tani, semua anak-anak dan remaja menempuh pendidikan formal minimal sampai SMP. Penduduk desa ini mayoritas berbahasa Luwu dan sisanya berbahasa Bugis.

di perjalanan menuju desa sebelah
Hidup bersama 10 orang ini selama 20 hari benar2 penuh cerita. Dari 10 orang, 4 orang dari kami berasal dari jurusan filsafat, sisanya ada dari jurusan teknik mesin, sastra inggris, dan aku&tyo dr kedokteran hewan. Beragam background pendidikan yg mayoritas dihuni anak2 dari kluster sosial bener2 hal baru, kadang sering geleng2 sendiri liat mereka suka banget membahas masalah2 sosial panjang lebar, bisa menganalisa suatu kejadian menjadi suatu diskusi sampe berjam2. So far, i am enjoy with it.

ini dia kelompok KKN kami..bersama bapak dan ibu Kepala Desa di depan posko kami

Dua bulan di sini, berasa lama juga. Program kerja yang aku buat sudah aku rencanakan dari saat masih di Jogja dulu, untungnya dapet kontak seorang senior dokter hewan yang bekerja di dinas Kabupaten, sehingga pas sampai di lokasi setelah kami observasi, program kerja sudah terencanakan dengan detail. Beliau ini sangat baik, mengarahkan kami membuat program dan sangat membantu pelaksanaannya. Rencana program pokok yang akan aku&tyo lakuin di sini sih yang utama vaksinasi rabies, vaksinasi flu burung, sama penyuluhan ttg rabies dan pembinaan beternak ayam buras. Sejauh ini program vaksinasi sudah selesai, meskipun ada beberapa kendala yang ditemui di antaranya kesulitan berkomunikasi dg warga saat kita harus vaksinasi sendiri tanpa dampingan org dinas, karena beberapa warga tidak bisa mengerti bahasa Indonesia dg baik. Untuk program pokok yang lain kami tiap pagi mengajar di SD Papakaju tentang biologi hewan, penyakit zoonosis, dan pengenalan hewan, trus kalau sore mengajar di rumah baca dan TPA. Materi pelajaran di sore hari beragam, bisa ngajarin ngaji, ikut ngajarin bahasa inggris, bahasa arab, ngajar origami, dsb. Saking seringnya ngajar dan ketemu sama anak2, mulai dari jamaah subuh, jalan2 pagi, ketemu di SD, di rumah baca, di TPA, belum lagi pas tarawih, baru beberapa hari di sini udah ngerasa anak2 jadi adek sendiri, tiap hari diajakin maen, lendotan, meskipun kadang ad yg nyebelin juga sih kalo pas ketemu yang nakal2..dan yang paling nyebelin adalah jadi makin keinget sama adekku sendiri di rumah..bawaanya homesick mulu..:p
vaksinasi ayam
masuk SD
 
main di kali...hihihihi

Bicara tentang hidup selama KKN.. KKN ini bener2 melatih kami sekelompok buat hidup mandiri, tiap hari masak sendiri, tiap Rebo & Sabtu belanja ke pasar Kecamatan (orang sini nyebutnya Pasar Sentral, dan hanya buka di hari Rebo sama Sebtu). Jangan bayangin kalo pasarnya deket bisa naek angkot, tapi jarak pasar dan rumah 25 km dengan kondisi jalan naik turun, berlubang dan melewati hutan. Harga sayuran juga luar biasa mahal kalo dibandingkan sama Jawa, jenis sayuran yg dijual juga Cuma itu2 aja. Tentang acara masak memasak, kita akhir2 ini bagi tugas piket, karena sebelumnya ga ada jadwal piket dan aku tiap hari dipercaya buat jadi “headchef”, awal2 sih suka aja karena pada dasarnya memang suka masak, tapi lama2 kan capek juga. Menu masakan selama KKN kadang gaya bintang lima tapi kadang juga tempe goreng doang. Tapi separah2nya ga pernah kita makan Cuma pake indomi lho..paling kalo ada yg pengen indomi sih bikin sendiri. 

Hidup mandiri inilah yang ternyata membuat semua orang nampak aslinya. Temen2 KKN yang rata2 baru kita kenal sejak mulai KKN ini yang kadang membuat kita mau ga mau bisa beradaptasi dengan sekejap. Tapi hampir semua anak KKN di poskoku orangnya hapir sama.. selow, santai, kalo disuruh serius ya tetep aja bisa sambil nyantai. Yah.. pokoknya ada kurang dan lebihnya.. yang paling aku seneng, anak2 di subunitku ni doyan mbolang,  ke Toraja, ikut upacara rambu solo..nginep disana tiga hari..ke sorowako, bulukumba, makassar, yaaa jalan2nya seru..


Toraja..Toraja..!!!

rambu solo
pantai bira, bulukumba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Rumahku Lumbung Panganku