
Hidup bersama sepuluh orang yang baru dikenal dengan
berbagai perbedaan cara hidup, cara berpikir, cara makan, perbedaan latar
belakang keluarga, pendidikan, suku, ras,agama bla2, bukanlah suatu hal yang
mudah. Ditambah lagi seabreg program kerja yang sudah direncanakan dari A
sampai Z yang terkadang kebanyakan teori dan tidak sesuai dengan kenyataan di
lapangan. Yah..inilah masa2 KKN..Kuliah Kerja Nyata yang harus dilalui selama
dua bulan ini. Hidup di Sulawesi yang keras, bertemu masyarakat dengan
kebudayaan yang sangat berbeda dengan Jawa, menghabiskan waktu puasa dan idul
fitri di sini, jauh dari orang tua, homesick, dan gejolak2 lain juga menjadi
suatu tantangan terbesar. Sekarang ini adalah saatnya ego benar2 dilawan,
sedikit memaksakan diri untuk bersikap berbeda jauh dari biasanya, mau tidak mau
harus mau menerjunkan diri ke masyarakat, mau tidak mau bisa tidak bisa harus
berusaha berkomunikasi mengikuti penduduk lokal yang terkadang tidak mudah
untuk dipahami. Baru dua puluh hari KKN saat aku membuat tulisan ini, berbagai
gejolak bercampur dengan canda, tawa, suka-suka, masak bersama-sama, malas
bersama-sama, kerja bersama-sama, memang ga pernah nyangka KKN benar2 bisa
menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Inilah kami tim Desa Papakaju, Kecamatan Suli, Kabupaten Belopa, Sulawesi Selatan.
Tempatku KKN ini
tepatnya berada di belahan timur Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu di Kabupaten
Luwu, di mana aku bersama 9 teman lainnya dalam satu subunit berada di suatu
desa bernama Desa Papakaju. Aku bareng tiga orang temenku sekelompok koas bisa
“nyasar” sampai Sul-Sel ini karena awalnya kelompok KKN kita yang dulu udah
kita rencanakan di Kalimantan dibubarkan di detik2 terakhir deadline LPPM
karena kekurangan orang, akhirnya karena memang dari awal sudah bertekad untuk
KKN di luar Jawa maka temen2 langsung milih SulSel sebagai pelarian KKN kita
(halah!).
Kami berangkat ke Sulawesi pada tanggal 28 Juni lalu dengan
menggunakan pesawat ke Makassar lalu disambung dengan bus jurusan Palopo, jarak
Luwu dari Makassar menempuh perjalanan sekitar 8 jam menggunakan bus malam
 |
| ini genk-ku KKN dari KH : Audra, Nike, Tyo |
.
Desa tempat subunit KKN-ku yang bernama desa Papakaju ini terletak di area
pegunungan yang dipenuhi bukit-bukit kebun coklat dan cengkeh. Jarak antara
poros jalan utama ke desa 20 km dengan kondisi jalan yang terjal, beberapa jalan
rusak, berlubang, naik turun, dan beberapa silang jalan terendam air sungai
selebar 2-3 meter. Aliran listrik sudah masuk ke desa ini dari 1-2 tahun yang
lalu, desa ini tercatat menjadi desa termiskin di Kabupaten Luwu, namun
televisi dan kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan pokok tiap rumah.
Kebanyakan penduduk bermata pencaharian sebagai buruh tani, semua anak-anak dan
remaja menempuh pendidikan formal minimal sampai SMP. Penduduk desa ini
mayoritas berbahasa Luwu dan sisanya berbahasa Bugis.
 |
| di perjalanan menuju desa sebelah |
Hidup bersama 10 orang ini selama 20 hari benar2 penuh
cerita. Dari 10 orang, 4 orang dari kami berasal dari jurusan filsafat, sisanya
ada dari jurusan teknik mesin, sastra inggris, dan aku&tyo dr kedokteran
hewan. Beragam background pendidikan yg mayoritas dihuni anak2 dari kluster sosial
bener2 hal baru, kadang sering geleng2 sendiri liat mereka suka banget membahas
masalah2 sosial panjang lebar, bisa menganalisa suatu kejadian menjadi suatu
diskusi sampe berjam2. So far, i am enjoy with it.
 |
| ini dia kelompok KKN kami..bersama bapak dan ibu Kepala Desa di depan posko kami |
Dua bulan di sini, berasa lama juga. Program kerja yang aku
buat sudah aku rencanakan dari saat masih di Jogja dulu, untungnya dapet kontak
seorang senior dokter hewan yang bekerja di dinas Kabupaten, sehingga pas
sampai di lokasi setelah kami observasi, program kerja sudah terencanakan
dengan detail. Beliau ini sangat baik, mengarahkan kami membuat program dan
sangat membantu pelaksanaannya. Rencana program pokok yang akan aku&tyo
lakuin di sini sih yang utama vaksinasi rabies, vaksinasi flu burung, sama
penyuluhan ttg rabies dan pembinaan beternak ayam buras. Sejauh ini program
vaksinasi sudah selesai, meskipun ada beberapa kendala yang ditemui di
antaranya kesulitan berkomunikasi dg warga saat kita harus vaksinasi sendiri
tanpa dampingan org dinas, karena beberapa warga tidak bisa mengerti bahasa
Indonesia dg baik. Untuk program pokok yang lain kami tiap pagi mengajar di SD
Papakaju tentang biologi hewan, penyakit zoonosis, dan pengenalan hewan, trus
kalau sore mengajar di rumah baca dan TPA. Materi pelajaran di sore hari
beragam, bisa ngajarin ngaji, ikut ngajarin bahasa inggris, bahasa arab, ngajar
origami, dsb. Saking seringnya ngajar dan ketemu sama anak2, mulai dari jamaah
subuh, jalan2 pagi, ketemu di SD, di rumah baca, di TPA, belum lagi pas
tarawih, baru beberapa hari di sini udah ngerasa anak2 jadi adek sendiri, tiap
hari diajakin maen, lendotan, meskipun kadang ad yg nyebelin juga sih kalo pas
ketemu yang nakal2..dan yang paling nyebelin adalah jadi makin keinget sama
adekku sendiri di rumah..bawaanya homesick mulu..:p
 |
| vaksinasi ayam |
|
 |
| masuk SD |
 |
| main di kali...hihihihi |
Bicara tentang hidup selama KKN.. KKN ini bener2 melatih
kami sekelompok buat hidup mandiri, tiap hari masak sendiri, tiap Rebo &
Sabtu belanja ke pasar Kecamatan (orang sini nyebutnya Pasar Sentral, dan hanya
buka di hari Rebo sama Sebtu). Jangan bayangin kalo pasarnya deket bisa naek
angkot, tapi jarak pasar dan rumah 25 km dengan kondisi jalan naik turun,
berlubang dan melewati hutan. Harga sayuran juga luar biasa mahal kalo
dibandingkan sama Jawa, jenis sayuran yg dijual juga Cuma itu2 aja. Tentang
acara masak memasak, kita akhir2 ini bagi tugas piket, karena sebelumnya ga ada
jadwal piket dan aku tiap hari dipercaya buat jadi “headchef”, awal2 sih suka
aja karena pada dasarnya memang suka masak, tapi lama2 kan capek juga. Menu
masakan selama KKN kadang gaya bintang lima tapi kadang juga tempe goreng
doang. Tapi separah2nya ga pernah kita makan Cuma pake indomi lho..paling kalo
ada yg pengen indomi sih bikin sendiri.
Hidup mandiri inilah yang ternyata membuat semua orang
nampak aslinya. Temen2 KKN yang rata2 baru kita kenal sejak mulai KKN ini yang
kadang membuat kita mau ga mau bisa beradaptasi dengan sekejap. Tapi hampir
semua anak KKN di poskoku orangnya hapir sama.. selow, santai, kalo disuruh
serius ya tetep aja bisa sambil nyantai. Yah.. pokoknya ada kurang dan
lebihnya.. yang paling aku seneng, anak2 di subunitku ni doyan mbolang, ke Toraja, ikut upacara rambu solo..nginep disana tiga hari..ke sorowako, bulukumba, makassar, yaaa jalan2nya seru..
 |
| Toraja..Toraja..!!! |
 |
| rambu solo |
 |
| pantai bira, bulukumba |
Komentar
Posting Komentar