Moslem Vet and Dogs (Dokter Hewan Muslim dan Anjing)
Bismillahirrahmanirrahim…
This is a
midnight post, when all people on the Mr.Narko’s home and dommitory asleep, tonight
is very quite, the sound that can be heard is only the cockrow (I don’t
know why the cockorel crow at midnight), the wind, and the noise of my laptop machine. It
should be time for me to do my job write some paper about breast cancer on dog,
but I don’t know why I just thought “yawn! I can handle it tomorrow, let me give
a break!” x.o.x.o
…….
##
Kita bisa
mendapat inspirasi menulis dari manapun, biasanya inspirasi
datang setelah kita melakukan suatu dialog dengan orang lain tentang pemikiran2
kita. Ini pun kali kedua saya memperoleh inspirasi untuk menulis setelah saya
diajak diskusi oleh teman fesbuk. Temen fesbuk yg ga saya kenal d dunia nyata,
dan kita bisa temenan karena kita punya mutual friends (that’s very usual
happen on facebook when a person became want to know about someone or “kepo”).
seperti pembicaraan sebelumnya, yang membuat saya menulis artikel tentang Dokter Hewan, kali ini pembicaraan kami lebih spesifik tentang bagaimana tantangan sebagai dokter hewan muslim ketika menangani pasien anjing? bukankah najis mughaladhah? nah..kali ini saya akan membahasnya, tolong dikoreksi jika ada kesalahan..saya juga seorang muslim yang sama2 sedang belajar.. tulisan ini pun juga saya buat setelah membaca dari berbagai sumber.
Anjing, sebagaimana makhluk Allah yang lain adalah binatang yang juga wajib kita sayangi. Dalam beberapa dalil, Islam memang memberikan batasan2 yang cukup jelas dalam berhubungan dengan hewan setia ini. Batasan2 ini pun jika dikaji mendalam memang memiliki alasan-alasan yang bisa diterima secara ilmiah dan wajib kita yakini dalilnya.
#Pertama, syariah Islam melarang umatnya untuk memelihara anjing, kecuali dengan tujuan tertentu
Dari Abu
Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
( مَنِ اتَّخَذَ كَلْباً إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ ، أوْ صَيْدٍ
، أوْ زَرْعٍ
، انْتُقِصَ مِنْ أجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ )
رواه مسلم 1575
"Siapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga
hewan ternak, berburu dan menjaga tanaman, maka akan dikurangi pahalanya
setia hari sebanyak satu qirath." (HR. Muslim, no. 1575)
#Kedua, air liur anjing adalah najis berat (mughaladah) yang cara mensucikannya harus dengan prosedur khusus,
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
( طُهُورُ
إِنَاءِ أحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الكَلْبُ أنْ
يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ
بِالتُّرَابِ ) رواه مسلم ( 279
(
"Sucinya wadah kalian apabila dijilat anjing, adalah dengan
dibasuh sebanyak tujuh kali, basuhan pertama dengan debu." (HR. Muslim, no.
279).
Perintah untuk mensucikan najis anjing ini merupakan sesuatu yang
bersifat tauqifi (harus dilakukan berdasarkan petunjuk Rasulullah
saw.). Artinya, hal itu tidak bisa dilogikakan, yaitu dengan cara
mengganti tanah dengan sabun atau dengan benda-benda lain termasuk abu
gosok, dengan anggapan bahwa benda-benda tersebut lebih baik dan lebih
bersih daripada tanah.
#Ketiga, jual beli anjing haram dalam Islam
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ،
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ، وَمَهْرِ الْبَغِيِّ،
وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ
Telah
menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yuusuf : Telah mengkhabarkan kepada kami
Maalik, dari Ibnu Syihaab, dari Abu Bakr bin ‘Abdirrahmaan, dari Ibnu Mas’uud
Al-Anshaariy radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wa sallam melarang uang hasil penjualan anjing, upah pelacur, dan bayaran
dukun [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2237].
Dengan adanya batasan seperti itu, sudah cukup jelas kita sebagai seorang muslim bisa membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.
Memelihara anjing sebagai hewan kesayangan memang tidak diperbolehkan dalam Islam, lalu untuk mengobati seekor anjing apakah juga dilarang ? bagaimana dg dokter hewan muslim?
Mengobati dan memberikan kesejahteraan kepada hewan tidak hanya merupakan tanggung jawab dokter hewan, tapi juga seluruh umat manusia. Dengan beberapa poin bahwa seorang dokter hewan harus memiliki tanggungjawab dan konsekuensi yang lebih karena pekerjaan utamanya.
Islam merupakan agama yang sempurna, dimana seluruh aspek kehidupan
manusia telah diatur sedemikian rapi. Hal ini karena Islam datang
membawa kasih sayang dan rahmat bagi alam semesta. Di antara bentuk
rahmat agama ini bahwa ia telah sejak dahulu menggariskan kepada
pemeluknya agar berbuat baik dan menaruh belas kasihan terhadap
binatang.
Suatu kisah dalam sebuah hadits nabi yang sangat menakjubkan tentang kasih sayang terhadap anjing pernah dikisahkan..
Sahabat Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Nabi n bersabda:
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي فَاشْتَدَّ
عَلَيْهِ الْعَطْشُ فَنَزَلَ بِئْرًا فَشَرِبَ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ
فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطْشِ فَقَالَ:
لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِـي. فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ
أَمْسَكَهُ بِفِيهِ ثُمَّ رَقى فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللهُ لَهُ
فَغَفَرَ لَهُ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ لَنَـا فِي الْبَهَائِمِ
أَجْرًا؟ قَالَ: فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطبَةٍ أَجْرٌ
Ketika tengah berjalan, seorang
laki-laki mengalami kehausan yang sangat. Dia turun ke suatu sumur dan
meminum darinya. Tatkala ia keluar tiba-tiba ia melihat seeokor anjing
yang sedang kehausan sehingga menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah
yang basah. Orang itu berkata: “Sungguh anjing ini telah tertimpa
(dahaga) seperti yang telah menimpaku.” Ia (turun lagi ke sumur) untuk
memenuhi sepatu kulitnya (dengan air) kemudian memegang sepatu itu
dengan mulutnya lalu naik dan memberi minum anjing tersebut. Maka Allah l
berterima kasih terhadap perbuatannya dan memberikan ampunan
kepadanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasullulah, apakah kita
mendapat pahala (bila berbuat baik) pada binatang?” Beliau
bersabda: “Pada setiap yang memiliki hati yang basah maka ada pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Subhanallah bahkan Baginda Nabi SAW mendoakan seorang sahabat yang memberi minum seekor anjing yang sedang dahaga.
Jadi cukup jelas di sini, bahwa sudah merupakan konsekuensi seorang muslim dokter hewan praktisi yang berinteraksi dengan anjing setiap hari, wajib mensucikan bagian tubuh atau pakaian sebelum beribadah dengan cara yang sudah diajarkan. Isnya Allah bagi yang sudah terbiasa, hal ini tidak menjadi sesuatu yang sulit. Islam sudah mengatur semuanya, agama ini begitu indah sepanjang jaman.. profesi dokter hewan pun terasa indah dengan begitu banyak dinamika-dinamika yang semakin menantang, semoga Allah swt meridhai kita semua..amin..
wallahualambishawab..

ya, yang penting km dah paham batasan-batasannya,good
BalasHapusthanks a lot my bro..!!
BalasHapusah mbak ribet amat sih kayanya jadi orang muslim. saya pernah membaca di rumayso.com katanya orang islam gak boleh sayang atau apapun merawat anjing. katanya klo ada orang bilang anjing itu kan ciptaan tuhan kata nya tuhan juga menciptakan iblis jadi kamu boleh mengikuti iblis. jadi orang islam menyamakan anjing dengan iblis....ya. jahat sekali orang-orang islam. pantesan aja mereka tega membunuh demi agama, menyiram anjing dengan air panas, memotong telinga kucing sampai berdarah.....kenapa sih agamanya ribet amat sampe hal-hal kecil aja diatur hadits, sahabat nabi lah dlll. padahal apa kita yakin omongan mereka benar ? mereka kan manusia juga.......memangnya orang islam pernah ketemu tuhan lalu nanya langsung gitu. mbak manusia itu diberi hati nurani dari tuhan untuk memilih yang baik dan benar mengasihi sesama makhluk hidup dan berpikir dengan akal sehat bukan melakukan sesuatu berdasarkan suruhan orang yang masih manusia juga.....bukhari dan muslim kan manusia.....dia bukan tuhan dan kita bukan robot yang bisa diatur semaunya sama dia.....
BalasHapusAstagfirullahalaziim..
HapusDemi Allah, Islam tidak seperti itu. Islam telah mengatur semuanya dengan jelas dan tidak ada yang bertentangan. Anjing disamakan dengan iblis? Pernah baca sejarahnya bagaimana iblis diciptakan? bagaimana dulunya iblis itu?
Jika tidak tahu tentang Islam, tidak usahlah sok mengkritisi tanpa memahami dengan jelas fatwa2 dan literatur nya. Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan untuk berpikiran dengan irasional, justu, banyak sekali penjelasan dalam islam yang telah terbukti secara sains.
Jadi, urus saja lah agama masing2.
Tentang menyiram anjing dengan air panas, tentang memotong telinga kucing.
HapusISLAM TAK PERNAH MENGAJARKAN ITU SEMUA!
Tahukah kamu? Dalam Islam saja seseorang pelacur dengan dosa zina yg teramat besar, diampuni dan dapat masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan.
Tahukah kamu? Seorang wanita yang dinilai baik masuk neraka karena mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan!
Kami memang tidak boleh memelihara anjing, tapi bukan berarti kami boleh menyakitinya!
Tahukah kamu?
Siapakah penemu konsep dan metode kedokteran hewan? Mereka adalah ilmuwan islam yang pada akhirnya ilmunya diadopsi oleh ilmuwan barat.
So, buat apa cendekiawan kami menggagas ilmu kedokteran hewan kalau agama kami saja tak mengajarkan kasih sayang kpd sesama makhluk Ciptaan-Nya?
.
Kenapa sih islam detail banget? Ini itu diatur?
Karena manusia itu banyak maunya!
Tak tahu apa2 tapi suka bersikap semena-mena.
Subhanallah,
BalasHapusbisakah anda cantumkan sumber yang mengatakan Islam menyamakan anjing dengan iblis?
disitu anda hanya mencamtumkan referensi "kata orang", seperti yang anda bilang, bukankah orang itu manusia, bisa saja yang di katakan tidak benar.
Tentang nabi dan Rasul, anda bertanya apakah saya (umat islam) mempercayai perkataan mereka?
Dengan senang hati saya akan menjawab YA SAYA PERCAYA!
Karena memperacayai nabi dan rasul merupakan salah satu Rukun Iman dalam agama Islam, soal anda yakin atau tidak ya terserah anda, toh agama anda bukanlah islam.
Dan apakah nabi dan rosul yang notabene seorang manusia pernah bertemu tuhan?
InsyaAllah PERNAH, BAHKAN SERING.
Kenapa?
Karena mereka adalah orang2 yang "terpilih", mereka DIUTUS untuk menyebarkan RAHMAT BAGI SELURUH ALAM.
Logikanya, kalau seorang prajurit terpilih dalam suatu tugas, pasti prajurit tersebut akan menghadap kpd Rajanya sebagai pemberi utusan.
Yah, bertemu sang pencipta setidaknya lebih logis daripada memperanakkanNya (na'udzubillah)
.
Toh pada akhirnya kita akan kembali kepadaNya
kalo yang saya baca sih anjing itu berasal dari ludahnya iblis terus dijadikan anjing sama Allah
Hapus