Anjing Pertamaku..

Hujan sangat deras baru saja mengguyur daerah Sleman sampai bisa membanjiri balkon teras kamar kosku.  Selepas ashar aku bersiap-siap, aku bawa beberapa obat, minyak herbal, termometer rektal, kapas dan alkohol. Aku berangkat sekitar pukul 4 sore, jalanan masih sangat basah, udara cukup dingin, aku menembus jalanan pasar Colombo yang sedang direnovasi sehingga lapak2 pedagang sayur dan daging memakan setengah badan jalan, membuat jalanan di tengah pasar Colombo Jakal menjadi lebih sempit. Dan seperti selayaknya pasar tradisional lain, jalanan di tengah pasar ini pun menjadi sangat becek, hitam, gelap, anyir, seperti kulit Alona pada sore itu.

Ya..inilah kisah tentang Alona, seekor anjing kecil ras Pitbull berusia 7 bulan yang sudah 8 hari ini resmi menjadi pasien kasus mandiri koas interna kecilku.
Alona milik seorang klien di daerah timur pasar Kolombo, Jl. Kaliurang. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratoris dia kudiagnosa pyoderma dengan infestasi caplak dan tungau demodex. Menurut keterangan pemilik dia sudah menderita penyakit kulit ini sejak satu bulan yang lalu dan belum pernah diobati.

Badan alona kurus dengan perut agak membesar, tungau demodex sudah bersemayam di seluruh kulit bagian kanan badan dan kakinya, sampai membuat daerah tersebut tidak ditumbuhi rambut lagi, disertai dengan luka2 yang sedikit basah dan bernanah. Tidak sampai hati rasanya menyentuh kulitnya yang sore ini terasa sangat basah dan lengket, entah mungkin hanya karena dua hari ini aku beri minyak herbal atau karena nanahnya. Hampir setiap sore aku ke rumahnya untuk memberinya terapi antiparasit, membersihkan lukanya dengan iodin, mengolesinya dengan antibiotik, dan memberinya vitamin.

Sudah delapan hari, namun aku belum melihat perkembangan yang cukup berarti, bakhan sore ini tadi suhu tubuhnya hanya 37,0o C. Wajahnya polos, dia tidak pernah mengonggong kepadaku, saat aku suntik dia diam saja tidak melawan, bahkan saat pipa bocor di sebelah kandangnya beberapa hari yang lalu sampai dia jadi basah kuyup,  dia diam saja, tidak mengonggong, saat aku keluarkan dari kandang, dia tidak ada keinginan sedikitpun untuk kabur.

Mungkin di bagian ini aku terlalu mendramatisir, tapi aku merasa, sebagai anjing dia sudah berada di suatu titik di mana dia sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada manusia di sekelilingnya. Dia seolah-olah bermaksud “aku sudah meyerah dengan penyakit yang menggerogoti tubuhku ini, aku sudah buruk, bau dan tidak ada satu anak manusiapun yang mau bermain denganku, hai manusia yang memiliki akal, bantulah aku, sembuhkanlah aku, aku tidak akan menyakitimu, aku menurut dan patuh terhadapmu”.

Memang Alloh swt benar2 menguji perasaan manusia dengan cara apapun, di bagian ini aku benar2 merasa diuji akan rasa sayangku kepada anjing ini, lalu berusaha dengan sabar untuk menyembuhkan penyakitnya. Ini bukan persoalan tentang aku bisa menyembuhkan pasienku lalu aku mendapat nilai dari dosen. Tapi ini adalah tentang suatu hubungan antara sesama makhluk Tuhan yang mungkin hanya orang yang tau akan makna rasa sayang saja yang mengerti. Kalaupun hanya persoalan nilai, selepas aku ujian kasus tanggal 22 Des besok aku bisa saja tidak mengurusinya lagi. Tapi Dia adalah seekor anjing yang sakit, dan mungkin aku adalah satu2nya manusia yang saat ini berusaha membantunya. Miris rasanya saat melihat kondisinya seperti ini, saat anjing2 seusianya bisa bermain2 dengan riang, dia hanya bisa tergeletak di kandang merasakan gatal dan perih di sekujur tubuhnya. Aku hanya mencoba memikirkan apa yang dia rasakan, agar aku tahu bagaimana besar penderitannya, agar aku bisa mencari dan belajar untuk menyembuhkannya, dan agar aku bisa bersabar untuk membuat anjing Alona ini bisa sehat kembali.

YA Alloh, aku yakin aku tidak bisa membantu anjing ini tanpa bantuan-Mu, maka bantulah aku dengan cara-Mu..amiin.






Komentar

  1. oh iya..kisah Alona ini..dua hari setelah aku nulis ttg dia.. kondisi Alona mjd makin drop,diare berdarah, sempat tertolong dg infus selama 6 jam tapi setelah itu dia menyerah dan mati, penyebabnya kemungkinan karena infeksi feline panleukopenia virus, mengingat Alona belum divaksin dan kondisinya drop karena sakit kulit yg dia derita..:( *sedih banget*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Rumahku Lumbung Panganku