Mengasah kreativitas : Day 6
Dalam menjalankan tantangan level 9 ini, Mama jarang merencanakan kegiatan khusus untuk Jiddan. Mama hanya berprinsip bahwa kreativitas itu bisa muncul kapan saja di situasi apapun. Ya sesekali memang Mama juga harus memperkaya aktivitas dan memperkaya tempat baru untuk dieksplorasi sih. Tapi nanti ya nunggu Mama agak selo kerjaannya. Sekarang Mama biarkan Jiddan bereksplorasi dengan hal - hal yang ada di sekitarnya dulu.
Seperti malam kemarin, Jiddan sudah lama sekali menyimpan botol bekas permen coklar di kotak mainan nya. Tiba-tiba saja dia meminta tolong mama buat membuka tutu botolnya, lalu dia masukkan crayon-crayon kecilnya yang sudah patah dan lego nya yang kecil-kecil. Sempat dia mencoba memasukkan lego yang agak besar tapi ga masuk.
Saya masih penasaran apa yang akan dilakukan, ternyata dia mengocok botol tersebut sehingga muncul suara. Tapi dia lupa ga nutup botolnya, jadilah semua crayon berhamburan. Lalu dia ulang masukkan lagi semua crayonnya, dia kocok lagi, berhamburan lagi, begitu sampai 3-4x. Lalu mama cuma memberi intruksi "ditutup dulu dek". Jiddan langsung ambil tutup, dan menutup botol tersebut. Dimainkan sebentar, lalu malah dibuka lagi botolnya.
Ternyata dia memang bermain nya lebih suka menghamburkan crayon, bukan membuat alat musik, wkwwk. Mama baru paham. Mungkin baginya lebih seru melihat crayon berbunyi klotak klotak lalu berhamburan kesana kemari daripada cuma bunyi aja. Baiklah.. Mama kalah kreatif sama anak 2 tahun. Hehe.
Komentar
Posting Komentar