Curhat Luar Biasa

Hijrah..


Sebenarnya semenjak bada ramadhan tahun ini aku mengalami suatu goncangan yang luar biasa. Bukan karena suatu musibah, tapi karena saat itu aku baru menyadari, baru melek kayak abis diguyur air dan sadar dari pingsan, bahwa selama bertahun2 ini aku di mata Allah adalah manusia yang sangat buruk, seorang wanita berjilbab yang tidak pernah menjilbabi hatinya, tidak menjilbabi perilakunya, berbuat semaunya, beribadah hanya sebagai rutinitas, dan mendekat Allah hanya saat butuh. Aku malu banget sama Allah, takuuut sekali, dan merasa sangat berdosa kepada bapak atas dosa yang aku lakukan, karena bapaklah yang menanggung semua dosa anak perempuannya sebelum dia menikah.
Berawal secara tidak sengaja, setiap bada sahur aku selalu rajin membaca twit ustad Felix Siauw yang saat itu sedang gencar-gencarnya memberantas budaya pacaran di kalangan muslim. Saat itu kondisiku aku sedang berpacaran selama hampir 2 tahun dg seorang
laki-laki yang sangat baik kepadaku. Karena itulah twit2 ustad tiap pagi hanya sedikit mencolek hatiku tapi belum ngaruh apa2. Aku masih berfikir, ah aku kan sayang sama dia, dia kan baik buanget sama aku, ah masalah batasan2 pacaran kan bisa diomongkan dan dipatuhi bersama2, kalo pake putus aku ga mau nyakitin dia, aku juga ga mau hidup sendiri, bla2 dan alasan2 lain. 
Hari demi hari berlalu, aku semakin sering iseng2 membaca berbagai artikel tentang Islam, belajar bagaimana menjadi seorang muslimah, dan juga memaknai berbagai pengajian yang selama ini Cuma sliweran di kuping. Lalu Allah menyentil hatiku, tiba2 semua bayangan dosa2ku berkelebat, menampar2 wajahku, bayangan balasan Allah yang sangat kejam muter2 di kepalaku, bayangan wajah kedua orang tua, jerih payah mereka, aku belum bisa membahagiakan mereka tapi malah mengantarkan mereka dengan ribuan dosa2ku.. twit2 #udahputusinAja mulai menusuk2 hati, mengiyakan semua keburukan dari pacaran, mengiyakan kalau aku harus berbuat sesuatu karena cintaku hanya milik Allah, lalu mengkorelasikan dengan efek pacaran yang selama itu tiap malem Cuma ngajak berantem, galau, dan nauudzbillah mudlorotnya lebih besar, dan parahnya untuk lanjut ke pernikahan pun masih sangat jauh dari siap dan mustahil untuk saat itu disegerakan. 
Buat apa aku berjilbab, shalat, dan baca Al Qur’an tiap hari kalau masih pacaran, dan belum tentu pula aku bakal jadi istrinya, kata ustad, ibadahku bagaikan mengisi air di ember yang bocor, pahalaku hangus oleh dosa2ku, surgaku jauh, sangat jauh, andaikan aku mati saat itu pasti aku masuk neraka.
Malam itu tanggal 2 September 2012, tidak terencanakan sama sekali, tapi malam itulah aku memutuskan untuk berhenti pacaran, sangat sulit sekali, apalagi dia masih sayang dan belum bisa menerima keputusanku. Tetapi aku percaya sama Alloh, bahwa Dia akan memberikan ganjaran yang lebih baik karena aku berani meninggalkan sesuatu yang bathil. Alloh menguatkan aku dengan cara-Nya, dan aku tidak pernah merasa sekuat itu bertahan.
Setelah itu sedikit kelegaan terasa, berarti setelah itu aku bisa fokus memperbaiki diri tanpa ganjalan apapun. Tapi, sebagai manusia biasa yang baru saja “berhijrah” aku masih saja merasa iman ini naik turun, bahkan sempat lengah saat datang tawaran dari laki2 yang lain, tapi Alhamdulillah Allah selalu menjagaku di jalanNya, nyatanya aku masih bisa menulis seperti ini. 
Berusaha memperbaiki diri di mata Allah itu ternyata sulit, dunia ini terlalu banyak godaan, levelku masih 2 sementara targetnya adalah level 99. Subhanallah pejuangan yang sangat luar biasa, tapi untuk menjadi lebih baik di mata Allah itu adalah suatu kewajiban, meskipun banyak sekali yang harus aku perbaiki, dari hal yang paling sederhana yaitu cara berpakaian, meningkatkan ibadah sunnah, hablumminannas dg bersedekah, berbagi dg anak yatim, dan semuanya sepertinya masih nol. Memang semuanya harus dilakukan secara perlahan, ketika kita mendekat pada Allah sejengkal, dia akan mendekati kita sehasta, subhanallah kasih sayang Allah sangat dekat.
Masalah jodoh, aku sangat percaya sama Allah, Dia udah ngatur semuanya bahkan sejak kita masih di Lauhul Mahfudz. Sekarang tergantung bagaimana aku bisa memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang lebih baik. Dalam surat An Nur:26 disebutkan bahwa wanita baik untuk laki-laki baik, wanita buruk untuk laki-laki buruk. Ini juga menjadi salah satu motivasiku untuk menjadi muslimah yang lebih baik, untuk berjodoh dengan laki2 yang sholeh, aku harus memantaskan diri. Jodoh itu cermin diri, kalau kita ingin jodoh yang sholeh, kaya agama, budi pekerti, dan harta kita juga harus selevel dengan jodoh kita. Ini janji Allah, bukan main-main. Laki-laki sholeh yang punya istri tukang zina hanya ada di sinetron, begitupun wanita sholehah yang punya suami penjahat Cuma ada di jaman fir’aun. 
Aku posting ini bukan karena aku pamer dan sok pengen dilihat orang kalau menjadi orang baik. Tapi aku hanya ingin menjadi setitik kisah yang mungkin bisa merubah seseorang menjadi lebih baik dengan kisahku. Karenapun aku juga sedang berjuang menjadi lebih baik. 
Sabda Rasul SAW, belomba-lombalah kamu dalam kebaikan. 
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah, dan berada di sisi Rasulullah saat di surga nanti..amin..

Komentar

  1. Boleh di share ga, postingannya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nvm. Share is ok. But not copy-pasteing. Jzk. Semoga bermanfaat ya..amin

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Moslem Vet and Dogs (Dokter Hewan Muslim dan Anjing)