Dirjen Keswan Baru : sepertinya masih stag


Sudah 2 bulan semenjak dilantiknya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang baru,  Ir. Syukur Iwantoro MS, MBA menggantikan Dirjen sebelumnya, yaitu drh, Prabowo Respatyo C., Ph. D. Dunia peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia baru terdengar informasi mengenai flu burung yang muncul lalu tenggelam karena kalah dengan hebohnya berita renovasi ruang badan anggaran DPR dan tragedi Tugu Tani.

Entah disengaja atau tidak, atau memang sengaja dimunculkan karena "dahulu" dianggap penting, saat kepemimpinan Bapak Prabowo (Dirjen Keswan yang lama), isu-isu kesehatan hewan bermunculan, mulai dari penghentian impor dari Asutralia, antraks di Boyolali, impor daging ilegal, impor sapi ilegal dan banyak sekali hal2 kompleks lain yang terangkat ke masyarakat dan menjadi isu utama. Pada periode terebut, seharusnya merupakan suatu kesempatan bagi negeri ini untuk memperbaiki sistem penanganan penyakit hewan dan penyakit zoonosis. Indonesia sudah lama hidup berdampingan dengan flu burung, rabies, anthraks, leptospira, dan sebagainya. dipilihnya Direktur Jenderal Kesehatan Hewan dari profesi dokter hewan adalah dengan tujuan, urusan penanganan hewan ini diserahkan kepada orang yang mengerti di bidangnya.
Penanganan penyakit hewan di Indonesia harus dilakukan secara komperhensif, seiya sekata dari pusat sampai ke daerah. Sehingga kebijakan yang diambil pun juga harus mengarah ke dalam hal pemberantasan penyakit hewan, melalui kajian epidemiologis dan melihat potensi daerah.
Dengan mengusung tujuan akan lebih meningkatnya investasi pada peternakan Indonesia oleh Dirjen yang baru ini, menjadi sebuah catatan apakah pemberantasan penyakit hewan menjadi tidak terlupakan? Beberapa waktu belakangan ini memang ada kabar adanya kerjasama Ditjen Nakeswa dengan suatu negara dalam hal pemberantasan penyakit hewan menular. Tetapi, apakah kebijakan dalam program tersebut tepat sasaran? Apakah merata ke seluruh Indonesia. DAN..apakah DANA program digunakan sebagai mana mestinya? ini masih bulan kedua kepemimpinan beliau, lalu selanjutnya seperti apa? kita lihat seperti apa..

[provocative-proactive]
Annisa Ulliyani
IKATAN MAHASISWA KEDOKTERAN HEWAN INDONESIA (IMAKAHI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

koas...oh koas... [ catatan mahasiswa koas kedokteran hewan UGM ]

Aspek Fisiologis dan Hormonal Kebuntingan Kucing

Moslem Vet and Dogs (Dokter Hewan Muslim dan Anjing)