Pra Musyawarah Nasional (Pramunas) IMAKAHI, Langkah Awal Menuju
Dunia kampus tak selalu disibukkan dengan kegiatan kuliah maupun praktikum, namun di sisi lain, kehidupan organisasi dalam kampus selalu berusaha memperkuat diri dan berkembang menghadapi berbagai tantangan dunia luar. Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) merupakan suatu wadah perjuangan mahasiswa kedokteran hewan se-Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dalam dunia profesi kedokteran hewan. Mahasiswa merupakan penerus generasi bangsa yang dapat bersatu dan bekerja secara profesional menegakkan pondasi dan semangat perjuangan demi mensejahterakan manusia melalui kesejateraan hewan.
Bertempat di Wisma Senantiasa, Kaliurang, Yogyakarta, pada tanggal 24-26 Juli 2009, Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) menggelar Pra Musyawarah Nasional (Pramunas) dengan mengusung tema Refresh Our Veterinary Spirit for The Brighter Future.
Ketua Pengurus Besar IMAKAHI, Catur Fajar Kusuma dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan Pra-Munas merupakan bentuk kegiatan kebersamaan dalam hal perumusan kebijakan-kebijakan yang akan dibawa pada Musyawarah Nasional (Munas) IMAKAHI XIII ke depan demi perbaikan organisasi IMAKAHI secara struktural dan fungsional.
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan IMAKAHI cabang dari 8 Fakultas Kedokteran Hewan universitas yang berbeda, yaitu Insitut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB) dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai tuan rumahnya. Kegiatan pramunas kali ini membahas beberapa agenda diskusi. Selain penyampaian laporan pertanggungjawaban dari masing-masing kegiatan cabang IMAKAHI di UGM, IPB, UNAIR, UNUD, dan UNSYIAH.
Agenda diskusi yang dibahas di antaranya yaitu mengenai status IMAKAHI dan kedudukannya di dalam fakultas masing-masing. Status IMAKAHI yang secara umum berupa IOMS (Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis), di beberapa universitas status IOMS ini tidak dengan begitu saja diterima di struktur kelembagaan fakultas. Sehingga, perlu diadakan penjelasan kembali mengenai kedudukan cabang IMAKAHI di fakultas agar bersifat kondisional dan dapat diterima dalam struktur kelembagaan fakultas.
Selain membahas status dan kedudukan IMAKAHI, agenda Pra Munas juga terdiri dari pembahasan mekanisme keanggotaan IMAKAHI dari FKH yang baru, pembahasan standarisasi atribut, administrasi dan keuangan IMAKAHI, dan juga menentukan tim yang akan menyusun draft rancangan AD ART yang nantinya akan dibahas secara lebih rinci di Munas.
Menurut M. Sutarsah, Ketua BEM FKH UGM periode 2007-2008 dalam sela-sela diskusi menyatakan bahwa pembahasan AD ART pada Munas esok harus lebih diperdalam, sehingga AD ART yang disahkan nantinya merupakan AD ART yang paling ideal dan dapat digunakan sampai kapanpun. Dalam penyusunan AD ART ini, UGM tertunjuk sebagai tim utama yang nantinya mengkoordinir tugas-tugas tim ahli di bawahnya.
Kegiatan Pramunas ini juga menghasilkan keputusan mengenai Munas ke-13 yang diadakan pada akhir bulan Januari tahun 2010 dan bertempat di Universitas Udayana,
(Annisa Ulliyani N.R, FKH UGM Angk. 2008)
Komentar
Posting Komentar